JMP 2017-2018
Klik banner untuk Download
CIVIL CARNIVAL
Click Image for Further Info
Penerimaan Mahasiswa Baru
Klik Banner Untuk Download BROSUR
FESTIVAL RAYA 2017
Klik Banner Untuk Informasi Lebih Lanjut

         

Juara di Kopertis Wilayah VI, Mawapres UMP Lanjut Tingkat Nasional

22 Apr 2017
Juara di Kopertis Wilayah VI, Mawapres UMP Lanjut Tingkat Nasional

Mahasiswa berprestasi (Mawapres) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ahmad Fajri berhasil menggondol juara ketiga dalam kompetisi Mawapres Kopertis Wilayah VI di Semarang...

UMP Bersiap Buka Fakultas Kelautan dan Perikanan

21 Apr 2017
UMP Bersiap Buka Fakultas Kelautan dan Perikanan

Diprediksi potensi laut Indonesia mencapai enam kali lipat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Totalnya tak kurang dari Rp 7.200...

Gedung J, Rektor UMP: “Kami Terus Berupaya Sediakan Fasilitas Berkualitas”

21 Apr 2017
Gedung J, Rektor UMP: “Kami Terus Berupaya Sediakan Fasilitas Berkualitas”

Gedung J, bangunan yang baru diresmikan penggunaannya oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti pada Rabu (19/4) lalu, menjadi...

Menteri Susi: “UMP Tempat yang Nyaman untuk Belajar”

20 Apr 2017
Menteri Susi: “UMP Tempat yang Nyaman untuk Belajar”

Selama sehari pada Senin (19/4), Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti kunjungi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Menteri yang terkenal...

Menteri Susi Harapkan UMP Sediakan SDM Ahli Kelautan dan Perikanan

20 Apr 2017
Menteri Susi Harapkan UMP Sediakan SDM Ahli Kelautan dan Perikanan

Pembangunan Indonesia di masa pemerintahan Jokowi saat ini menjadikan laut masa depan bangsa. Ini karena, cita-cita besar yang tengah diperjuangkan...

Bangun Masyarakat Sejahtera, UMP Siap Jaga Kedaulatan Maritim Indonesia

17 Apr 2017
Bangun Masyarakat Sejahtera, UMP Siap Jaga Kedaulatan Maritim Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan laut terluas kedua di dunia, yakni mencapai 5,9 juta km2. Dengan bentangan 17.504 pulau dari...

Gedung J UMP Segera Diresmikan Menteri Susi

17 Apr 2017
Gedung J UMP Segera Diresmikan Menteri Susi

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tak lama lagi resmikan “Gedung J”.  Sedianya gedung perkuliahan tersebut diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI,...

Pengumuman

Prestasi

Kemahasiswaan

Hikmah

                                                                   

                                                       

Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Hikmah: “Shirat al Mustaqim” Untuk Kita

Dengan Kitab (Al Qur’an) itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan (kedamaian) dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita menuju terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjukkan (mengantar) mereka ke jalan yang lurus” (QS Al-Maidah: 16)

 

 



Tak bisa dipungkiri lagi bahwa Allah senantiasa ingin menyelamatkan hamba-Nya, melalui petunjuk di dalam Al-Qur’an jalan yang luruspun sudah disediakan oleh Allah. Muslim yang taat meminta “tunjukanlah kami ke jalan yang lurus (ihdinashshiraatal mustaqim)” sehari minimal 17 kali melalui sholat wajib, tapi kadang seseorang sendiri tidak paham makna jalan yang lurus yang dimintanya, ciri-cirinya, bahkan tidak bisa memahami petunjuk yang diberikan Allah untuk menuju jalan yang lurus tersebut.

 





 

Al-Qur’an menyebut kata “shirat” berarti “jalan” diambil dari akar kata “menelan”, ibarat jalan tol maka karena luasnya jalan tersebut menelan kebebasan para pejalan kaki dan kendaraan roda dua untuk tidak berseliweran di jalan tersebut. Secara logika seseorang yang melewati jalan tersebut akan sampai ke tempat tujuan dengan cepat dan nyaman terhindar dari kemacetan.

 





 

Al-Qur’an juga menyebut istilah “sabil”, berbeda dengan shirat, Al Qur’an menggunakannya dengan mengaitkan terhadap sesuatu yang menunjuk pada Allah contohnya “sabilillaah” atau dikaitkan dengan menunjuk pada hamba Tuhan yang patuh dan taat contohnya “sabil al muttaqiin” atau menunjuk pada hamba Tuhan yang durhaka contohnya “sabil al mujrimiin”. Hal ini menunjukkan bahwa istilah “sabil” yang berarti “jalan” itu macamnya banyak, dan karena banyaknya jalan, seseorang harus bersikap hati-hati agar tidak terjerumus ke jalan yang sesat.

 





 

Melalui Al-Qur’an jalan yang lurus sudah ditunjukkan, yakni yang mempunyai ciri-ciri kedamaian, ketenangan dan ketentraman, maka segala tindakan yang dapat mendatangkan ketentraman, kedamaian dan ketenangan hati itulah tindakan yang dapat membawa pelakunya ke jalan yang lurus. Sebaliknya tindakan yang berdampak pada keresahan/kegelisahan, perselisihan dan permusuhan merupakan tindakan yang sedikit banyak telah menyimpang dari jalan yang lurus.

 





 

Jalan yang lurus bukan berarti jalan yang bebas tanpa aturan, seseorang kadang berpikir bahwa aturan-aturan dalam agama terlalu banyak, merepotkan dan untuk menuju jalan yang lurus terlalu banyak kewajiban yang mengikat dan harus dipatuhi. Pikiran seperti ini jelas keliru, karena aturan-aturan dalam agama yang berupa perintah dan larangan sebenarnya merupakan bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

 





 

Rambu-rambu lalu lintas dipasang guna menjaga keteraturan pengguna jalan raya. Seseorang yang di hatinya ada penyakit, berpikir bahwa ketika lampu merah menyala hanya memperlambat perjalanannya, sehingga ia tidak mau mematuhinya dan berpikir masih ada sedikit waktu untuk menerobos dengan kencang. Bayangkan beberapa orang yang dihatinya ada penyakit melakukan hal yang sama dari beberapa arah yang berlawanan. Kecelakaan akibat pelanggaran bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga pengguna jalan yang lain, perjalanan bukannya lebih cepat tapi sebaliknya, coba seandainya ia mau sedikit bersabar maka hal itu tidak akan terjadi.

 

 





Demikian juga terhadap aturan-aturan dalam agama. Seandainya orang yang beragama mau sedikit bersabar, dari godaan nafsu terhadap harta, serakah terhadap kedudukan, nafsu syahwat terhadap yang bukan haknya, maka bencana yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain tidak akan terjadi, keselamatan di dunia dan akhirat akan diraih. Itulah jalan yang lurus, setiap aturan yang dibuat Allah berdampak kebaikan untuk hamba-Nya yakni “shirat al mustaqim” menuju kebaikan di dunia dan akhirat. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashiir.    



 

Ida Nurlaeli, S. Ag., M. Ag.
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP)

 

 

Arsip Berita

Pengunjung

4657422
Today
This Month
All days
1795
90312
4657422

Kontak Kami

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

 Purwokerto 53182

Kembaran Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239