Inspiratif
Sempat Kerja di Pabrik, Anak Pedagang Mie Ayam Mampu Jadi Wisudawan Terbaik
Senin 17 September 2018      Inspiratif
Sempat Kerja di Pabrik, Anak Pedagang Mie Ayam Mampu Jadi Wisudawan Terbaik

Kondisi ekonomi yang terbatas bukan lagi menjadi alasan seseorang gagal meraih cita-cita dan pendidikan yang baik. Inilah yang dijalani Agung Pambudhi. Berasal dari keluarga kurang mampu tak membuat pria 22 tahun itu, patah semangat.

Keterbatasan justru mengantarkannya menjadi wamahasiswa terbaik Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada acara Yudisium Program Sarjana Fakultas Hukum UMP belum lama ini.

Agung Pambudhi berhasil mendapatkan penghargaan terbaik di Fakultas Hukum UMP melalui perjuangan keras. Pria kelahiran Banjarnegara, 22 Agustus 1995 itu menuturkan untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi ia harus bekerja di pabrik, ayahnya yang bernama Wagino hanya mengandalkan uang dari berdagang mie ayam. 

Untuk membantu ekonomi keluarga, sang ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. untuk masuk kuliah Agung harus menabung terlebih dahulu dari hasil kerja setelah lulus SMK.  “Saya masuk UMP pada tahun 2014 bulan September. Banyak hal yang telah saya lewati, sebelum kuliah saya bekerja di pabrik dan saya selalu berjuang menabung agar bisa kuliah,” katanya.

Cita-citanya yang tinggi untuk melanjutkan kuliah memacu Agung untuk mencari jalan keluar. “Ketika lulus dari sekolah menengah atas saya mencoba untuk hidup mandiri dengan membantu perekonomian keluarga. Setelah lulus dari SMK Cokro Aminoto 2 Banjarnegera, aku diterima kerja disebuah pabrik otomotif di daerah Karawang, Jawa Barat dengan seleksi yang cukup ketat,” ceritanya. 

Agung menceritakan, setelah diterima bekerja di perusahaan tersebut ia memutuskan untuk pulang kampung dan melanjutkan studi keperguruan tinggi. “Saya tak pernah patah semangat untuk berkuliah meskipun bermodalkan tabungan yang aku kumpulkan dari hasil kerja ku di pabrik. Satu hal yang pasti niat baik akan ada jalannya, dan akhirnya masuklah aku di kampus UMP dan mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum,” terangnya.

Sebelum memutuskan untuk masuk kuliah, kedua orang tua Agung sempat ragu apakah sanggup untuk membiayai kuliah atau tidak. “Sempat ragu kuliah, sebab bapak ku hanya seorang penjual mie ayam yang di desa. Tidak ada penghasilan lain selain itu sedangkan aku adalah anak pertama dari empat bersaudara.  Aku juga harus ikut memikirkan ke dua adik ku yang telah masuk sekolah menengah pertama perlu biaya banyak, sedangkan adik yang terakhir masih balita,” kenangnya.  

Selain nilai akademik yang tinggi, Agung juga aktif diorganisasi, diantaranya UKM Olahraga, IMM Al Fatih, dan BEM Fakultas Hukum. “Jujur itu aku lakukan hanya untuk memperoleh pengalaman berorganisasi tanpa ada tujuan lain, dan sempat aku menyerah dengan semua organisasi itu sebab membebani dalam kuliah, namun setelah itu aku baru tahu pentingnya berorganisasi karena dengan itu ribuan pengalaman dan pertemanan bisa diperoleh dari situ.

 

Agung tidak pantang menyerah meski lulusan SMK dan sudah lulus satu tahun yang lalu. Menurutnya niat baik, tujuan baik, pasti ada jalannya. “Bismillah aku bisa. Alhamdulillah, semua bisa ku lalui dengan usaha, kerja keras dan doa dari kedua orang tua tanpa henti mendukung cita-cita anak-anaknya,” ucapnya.

Pada akhirnya aku hanya mampu mengucap syukur alhamdulillah semuanya selesai dan aku memperoleh nilai akademik yang cukup memuaskan serta menjadi mahasiswa terbaik di Fakultas Hukum, UMP. Sampai dengan saat ini aku tak percaya telah melampaui semua, meskipun masih banyak kekurangan,” katanya.

Agung berpesan kepada mahasiswal lain agar jangan pernah takut dan malu untuk belajar. Belajar, belajar, dan terus belajar, karena dengan belajar kita bisa meraih masa depan dengan belajar kita bisa memperbaiki apa yanng tidak kita ketahui, dengan belajar kita bisa meraih ridho-Nya,” tutup Agung. (agp/tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini