Berita
Politik Akal Sehat Harus Dikawal dari Kampus
Sabtu 12 Januari 2019      Berita
Politik Akal Sehat Harus Dikawal dari Kampus

Dunia kampus dengan mimbar akademis harus tetap diselamatkan sebagai ruang yang merdeka dari intervensi kekuasaan, di tengah hiruk-pikuk pertarungan politik pada Pemilu 2019.

Karena dari pertarungan politik praktis ini kini telah memunculkan kecemasan polarisasi dan saling menjatuhkan. "Kampus dan argumentasi adalah senapas, sementara arogansi (kekuasaan) dan kepongahan itu sepedunguan.

Kalau kekuasaan arogan itu karena percaya diri, maka visi-misi yang dimiliki harus siap diuji di tempat ujian akal, yakni di kampus atau mimbar akademis," kata pengamat politik, Rocky Gerung, saat menjadi salah satu narasumber dalam acara refleksi awal tahun bertajuk ''Nalar Demokrasi Kita: Antara Akal Sehat dan Akal Miring'', di Aula AK Anshori Lantai III Gedung Rektorat Kantor Pusat UMP, Jumat (11/1).

Acara yang digelar Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) ini menghadirkan narasumber lain Prof Dr Suyatno sebagai akademisi, dan dimoderatori Dr Anjar Nugroho, Direktur PSDKP.

Acara dibuka Rektor UMP, Dr Syamsuhadi Irsyad MH. Rocky Gerung mengatakan, jika kekuasaan arogan namun tidak percaya diri, maka risikonya berpolitik di kampus atau orang politik masuk kampus dilarang. Padahal, kritik dia, ujian tertinggi akal pikiran ada di kampus karena memiliki metodologi.

Dalam sambutannya Rektor UMP mengatakan, ketika semua mendengar usul dari Bung Roky di media. Bahwa harus ada forum kandidat Capres, Wapres di kampus. “Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan bahwa jika itu akan dilakukan oleh KPU RI. UMP siap menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat Capres, Wapres,” kata Rektor.

“Kami memiliki lebih dari 12 ribu mahasiswa dari berbagai daerah seluruh Indonesia, guru Besar dan Doktor dari berbagai bidang diantaranya bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan yang siap menguji kualitas para calon kandidat Capres/Cawapres,” ungkapnya.  

Direktur PSDKP UMP, Dr Anjar Nugroho mengatakan, demokrasi yang sudah dijalankan melalui proses pemilu dalam memilih pemimpin di republik ini harus dijalankan dengan akal sehat, bukan akal miring.

''Jangan sampai ada pembodohan kepada masyarakat kita dalam pemilu. Jadi, yang tumbuh itu akal sehat, bukan akal miring,'' katanya.(tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini