Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Berita Terbaru

Dr. Suwarno MSi : “Indonesia S...

Dr. Suwarno MSi : “Indonesia S...

Salah seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memahami bahwa Indonesia merupakan supermarketnya bencana alam. Pemikirannya berdasarkan dari letak Indonesia yang berada di pertemuan empat...

Hits:41Read More

LPM UMP Adakan Evaluasi Intern...

LPM UMP Adakan Evaluasi Intern...

Kamis (30/10) Lembaga Penjaminan Mutu Univeristas Muhammadiyah Purwokerto (LPM UMP) adakan rapat Monitoring dan Evaluasi Internal (MONEVIN) di ruang sidang, kantor pusat UMP. Rapat ini...

Hits:49Read More

FKIP Peringati Sumpah Pemuda k...

FKIP Peringati Sumpah Pemuda k...

Mahasiswa dari masa kemasa selalu identik dengan “Perjuangan” dan “Pergerakan”, sebagai kaum yang terdidik jiwa nasionalisme terus dikembangkan salah satu apresiasinya yang  ditujukan dengan mengikuti...

Hits:116Read More

BPH Tandatangani Perjanjian Ka...

BPH Tandatangani Perjanjian Ka...

Bertepatan dengan tanggal 3 muharram 1436 H (27/10), Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BPH UMP) mendatangani ulang dua puluh surat perjanjian kontrak pegawai. Bertempat...

Hits:98Read More

Mahasiswa UMP Ikuti Pelatihan ...

Mahasiswa UMP Ikuti Pelatihan ...

Pelatihan bela negara  yang diselenggarakan di Markas Batalyon Infanteri 406, mengikutsertakan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di wilayah Jawa Tengah dan...

Hits:109Read More

UMP Kuatkan Ukhuwah dan Sinerg...

UMP Kuatkan Ukhuwah dan Sinerg...

Kamis (23/10) Dalam rangka sosialisasi dakwah Muhammadiyah dan silaturahim warga Muhamamdiyah se Purwokerto dan sekitarnya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah mengadakan temu...

Hits:87Read More

Ucap Sumpah Profesi Apoteker X...

Ucap Sumpah Profesi Apoteker X...

Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Fakultas Farmasi (FF) Program Apoteker Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menyelenggarakan Pengucapan Sumpah Apoteker angkatan XIX, Rabu (22/10). Acara sidang terbuka...

Hits:114Read More

Umm, Imaam dan Ummat

Seorang ibu bertanya kepada anaknya “Nak, cita-citamu kelak ingin jadi apa?”, jawab si anak “Aku ingin jadi seperti ibu saja”. Perbincangan seperti itu hampir terjadi pada sebagian besar keluarga, dan menggambarkan bahwa sebuah keluarga adalah tempat dibangun segala asa, harapan dan rencana demi cerahnya masa depan. Kadang ada pula anak yang menjawab “Aku ingin jadi seperti bapak saja”, yang jelas jawaban si anak kecil adalah jawaban sederhana yang disampaikan dengan jujur, tidak karena pamrih, tapi karena selama ini yang menjadi idolanya adalah bapak dan ibunya. Lantas muncul pertanyaan dibenak kita, sampai kapan kita akan menjadi orang yang diidolakan oleh mereka?

 

 

 

 

Dalam bahasa Arab kata “umm” (ibu) seakar dengan kata “imam” (pemimpin) dan seakar pula dengan kata “ummah” (umat), meskipun berbeda makna, namun mempunyai kaitan yang sangat erat, yakni terletak pada bahwa seorang ibu harus mendedikasikan hidupnya untuk ummat, ibu mempunyai posisi penting dalam mencetak para pemimpin dan peradaban umat, ibu harus berfungsi sebagai pendidik pertama para pemimpin ummat. Induk tempat berkumpulnya elemen-elemen (dan melahirkan anak-anaknya) sering disebut “umm”, sesuatu yang menjadi tempat merujuk sering disebut “imam”, perhimpunan yang mewadahi banyak orang sering disebut “ummat”. Maka tak salah seandainya sering kita jumpai kalimat “Ibu adalah tiang Negara, seandainya para wanitanya baik dan shalihah maka jayalah Negara dan ketika wanitanya jahat dan durhaka maka hancurlah Negara”.   





Ibnu Hazm pernah menyampaikan pendapatnya: “Baik dan terpuji seorang ibu selalu berada dalam rumahnya, membersihkan dan menata rumahnya, memasak dan menyediakan makanannya, namun semua itu bukanlah kewajibannya, tetapi pakaian yang sudah terjahit untuknya, makanan yang tersedia untuknya sebenarnya adalah kewajiban seorang bapak untuk memenuhinya”. Bagi aliran emansipasi wanita sekuler, hal ini merupakan senjata untuk menyerang kaum laki-laki bahwa perempuan setara dan sama dengan laki-laki, perempuan bukan ditempatkan untuk urusan domestik semata.

 

 

 

 

Padahal seandainya kita mencermati apa yang ingin disampaikan Ibnu Hazm, sebenarnya jauh dari hanya sekedar tuntutan penyetaraan tersebut, tetapi yang beliau maksudkan adalah bahwa ada kewajiban yang lebih penting bagi seorang ibu dari hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, yakni mendidik dan menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini tidak menuntut seorang ibu harus selalu berada di dalam rumahnya, tidak juga harus di luar rumah dalam posisi wanita karier yang cemerlang. Dalam posisi dan keadaan apapun, baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier, seorang ibu tetap bisa menjadi tauladan dan berkewajiban mendidik anak-anaknya. Dengan ketauladanan, komunikasi, menyelami dunianya, banyak sekali anak yang bisa menyadari dan mengagumi bahwa ibunya adalah sosok yang mulia, yang luar biasa. Bukankah hal itu lebih penting dibandingkan hanya sekedar tuntutan penyetaraan gender yang didengungkan aliran feminisme barat.

 

 

 

 

Seorang laki-laki (seorang bapak) bukanlah lawan, tapi mereka adalah kawan, untuk bersama-sama mendidik, menjadi tauladan, melayani dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.    





Demikianlah sedikit makna akar kata antara umm (ibu) dengan ummah (umat), setidaknya seorang ibu adalah sosok yang berpengaruh penting dalam mencetak generasi, para pemimpin umat, yang akan menjadikan kesejahteraan umat   





Seorang anak yang shalih, sebagai timbalbalik tidak lain hendaknya bersikap sesuai QS Al Isra 24-25:    Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu dan bapak) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.



Ida Nurlaeli, S. Ag., M. Ag

Dosen Fakultas Agama Islam UMP

Pengunjung

1510675
Your IP: 54.81.123.216
Server Time: 2014-10-31 23:28:14