Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Berita Terbaru

UMP Kuatkan Ukhuwah dan Sinerg...

UMP Kuatkan Ukhuwah dan Sinerg...

Kamis (23/10) Dalam rangka sosialisasi dakwah Muhammadiyah dan silaturahim warga Muhamamdiyah se Purwokerto dan sekitarnya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah mengadakan temu...

Hits:37Read More

Ucap Sumpah Profesi Apoteker X...

Ucap Sumpah Profesi Apoteker X...

Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Fakultas Farmasi (FF) Program Apoteker Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menyelenggarakan Pengucapan Sumpah Apoteker angkatan XIX, Rabu (22/10). Acara sidang terbuka...

Hits:60Read More

UMP Bentuk Forum Penanggulanga...

Kepedulian akan resiko bencana di Indonesia yang kerap terjadi, maka Humanitarian Forum Indonesia (HFI)  memperluas jaringan lembaga kemanusiaannya salah satunya yang baru dilakukan yaitu dengan...

Hits:57Read More

KUI Adakan Seminar Bahasa Ing...

KUI Adakan  Seminar Bahasa Ing...

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sangat peduli pada perkembangan Pendidikan di Indonesia. UMP membuktikannya dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti seminar yang berkaitan tentang pendidikan. Selasa (21/10)...

Hits:63Read More

Pascasarjana UMP Datangkan Pak...

Pascasarjana UMP Datangkan Pak...

Senin (20/10), Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), adakan Kuliah tamu dengan mendatangkan pakar applied linguistics dari University of South Australia, Prof. Anthony J. Liddicoat....

Hits:68Read More

PAUD UMP Gelar Seminar Nasiona...

PAUD UMP Gelar Seminar Nasiona...

Bertempat di gedung rektorat Aula AK. Anshori, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP) Prodi Pendididkan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG...

Hits:60Read More

Studi Banding UMT ke FKIP UMP

Keberadaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universtas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), semakin menarik minat universias lain untuk melakukan studi banding, terbukti telah kesekian kalinya, baik...

Hits:58Read More

Umm, Imaam dan Ummat

Seorang ibu bertanya kepada anaknya “Nak, cita-citamu kelak ingin jadi apa?”, jawab si anak “Aku ingin jadi seperti ibu saja”. Perbincangan seperti itu hampir terjadi pada sebagian besar keluarga, dan menggambarkan bahwa sebuah keluarga adalah tempat dibangun segala asa, harapan dan rencana demi cerahnya masa depan. Kadang ada pula anak yang menjawab “Aku ingin jadi seperti bapak saja”, yang jelas jawaban si anak kecil adalah jawaban sederhana yang disampaikan dengan jujur, tidak karena pamrih, tapi karena selama ini yang menjadi idolanya adalah bapak dan ibunya. Lantas muncul pertanyaan dibenak kita, sampai kapan kita akan menjadi orang yang diidolakan oleh mereka?

 

 

 

 

Dalam bahasa Arab kata “umm” (ibu) seakar dengan kata “imam” (pemimpin) dan seakar pula dengan kata “ummah” (umat), meskipun berbeda makna, namun mempunyai kaitan yang sangat erat, yakni terletak pada bahwa seorang ibu harus mendedikasikan hidupnya untuk ummat, ibu mempunyai posisi penting dalam mencetak para pemimpin dan peradaban umat, ibu harus berfungsi sebagai pendidik pertama para pemimpin ummat. Induk tempat berkumpulnya elemen-elemen (dan melahirkan anak-anaknya) sering disebut “umm”, sesuatu yang menjadi tempat merujuk sering disebut “imam”, perhimpunan yang mewadahi banyak orang sering disebut “ummat”. Maka tak salah seandainya sering kita jumpai kalimat “Ibu adalah tiang Negara, seandainya para wanitanya baik dan shalihah maka jayalah Negara dan ketika wanitanya jahat dan durhaka maka hancurlah Negara”.   





Ibnu Hazm pernah menyampaikan pendapatnya: “Baik dan terpuji seorang ibu selalu berada dalam rumahnya, membersihkan dan menata rumahnya, memasak dan menyediakan makanannya, namun semua itu bukanlah kewajibannya, tetapi pakaian yang sudah terjahit untuknya, makanan yang tersedia untuknya sebenarnya adalah kewajiban seorang bapak untuk memenuhinya”. Bagi aliran emansipasi wanita sekuler, hal ini merupakan senjata untuk menyerang kaum laki-laki bahwa perempuan setara dan sama dengan laki-laki, perempuan bukan ditempatkan untuk urusan domestik semata.

 

 

 

 

Padahal seandainya kita mencermati apa yang ingin disampaikan Ibnu Hazm, sebenarnya jauh dari hanya sekedar tuntutan penyetaraan tersebut, tetapi yang beliau maksudkan adalah bahwa ada kewajiban yang lebih penting bagi seorang ibu dari hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, yakni mendidik dan menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini tidak menuntut seorang ibu harus selalu berada di dalam rumahnya, tidak juga harus di luar rumah dalam posisi wanita karier yang cemerlang. Dalam posisi dan keadaan apapun, baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier, seorang ibu tetap bisa menjadi tauladan dan berkewajiban mendidik anak-anaknya. Dengan ketauladanan, komunikasi, menyelami dunianya, banyak sekali anak yang bisa menyadari dan mengagumi bahwa ibunya adalah sosok yang mulia, yang luar biasa. Bukankah hal itu lebih penting dibandingkan hanya sekedar tuntutan penyetaraan gender yang didengungkan aliran feminisme barat.

 

 

 

 

Seorang laki-laki (seorang bapak) bukanlah lawan, tapi mereka adalah kawan, untuk bersama-sama mendidik, menjadi tauladan, melayani dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.    





Demikianlah sedikit makna akar kata antara umm (ibu) dengan ummah (umat), setidaknya seorang ibu adalah sosok yang berpengaruh penting dalam mencetak generasi, para pemimpin umat, yang akan menjadikan kesejahteraan umat   





Seorang anak yang shalih, sebagai timbalbalik tidak lain hendaknya bersikap sesuai QS Al Isra 24-25:    Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu dan bapak) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.



Ida Nurlaeli, S. Ag., M. Ag

Dosen Fakultas Agama Islam UMP

Pengunjung

1490353
Your IP: 54.163.91.250
Server Time: 2014-10-26 02:56:56