Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Berita Terbaru

FIKES ASC : Lahirkan Potensi P...

FIKES ASC : Lahirkan Potensi P...

FIKES UMP (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto) peduli seni dan olahraga. Hal itu dibuktikan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dengan penyelenggaraan pekan seni dan...

Hits:17Read More

Universitas Ahmad Dahlan Kunju...

Bukan kali pertama Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tempat kujungan bagi Perguruan Tinggi. UMP semakin menunjukan Keunggulan kemodernisasi dan Islami. Terbukti Pendidikan Guru Sekolah Dasar...

Hits:1Read More

UMP Sambut Baik Tim Asesor BAN...

UMP Sambut Baik Tim Asesor BAN...

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah siap menerima peninjauan lapangan oleh Tim Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ini merupakan proses perguruan tinggi untuk mendapatkan...

Hits:78Read More

UMP Genjot Dosen Naik Jabatan ...

UMP Genjot Dosen Naik Jabatan ...

Senin 22 Februari 2015, guna meningkatkan kualitas pendidik Universitas Muhamamdiyah Purwokerto (UMP), Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) UMP adakan Percepatan Pengusulan Jabatan Akademik Dosen UMP....

Hits:110Read More

Lomba Matematika Nasional : FK...

Lomba Matematika Nasional : FK...

Tingkatkan kualitas generasi matematika Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP Prodi Matematika UMP) menggelar lomba matematika nasional...

Hits:210Read More

Siapkan IELTS, UMP Datangkan T...

Siapkan IELTS, UMP Datangkan T...

Menuju World Class University, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menyiapkan para pengajar untuk berorientasi lebih baik. Salah satunya yakni meningkatkan kualitas pengajar dengan mewajibkan studi...

Hits:108Read More

LPPM UMP Peduli Tunanetra

LPPM UMP Peduli Tunanetra

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) peduli tunanetra. Hal itu diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan yang sifatnya mendorong kesejahteraan penyandang tunanetra. Upaya ini dilakukan oleh Lembaga Penelitian...

Hits:135Read More
Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 45
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 67

Umm, Imaam dan Ummat

Seorang ibu bertanya kepada anaknya “Nak, cita-citamu kelak ingin jadi apa?”, jawab si anak “Aku ingin jadi seperti ibu saja”. Perbincangan seperti itu hampir terjadi pada sebagian besar keluarga, dan menggambarkan bahwa sebuah keluarga adalah tempat dibangun segala asa, harapan dan rencana demi cerahnya masa depan. Kadang ada pula anak yang menjawab “Aku ingin jadi seperti bapak saja”, yang jelas jawaban si anak kecil adalah jawaban sederhana yang disampaikan dengan jujur, tidak karena pamrih, tapi karena selama ini yang menjadi idolanya adalah bapak dan ibunya. Lantas muncul pertanyaan dibenak kita, sampai kapan kita akan menjadi orang yang diidolakan oleh mereka?

 

 

 

 

Dalam bahasa Arab kata “umm” (ibu) seakar dengan kata “imam” (pemimpin) dan seakar pula dengan kata “ummah” (umat), meskipun berbeda makna, namun mempunyai kaitan yang sangat erat, yakni terletak pada bahwa seorang ibu harus mendedikasikan hidupnya untuk ummat, ibu mempunyai posisi penting dalam mencetak para pemimpin dan peradaban umat, ibu harus berfungsi sebagai pendidik pertama para pemimpin ummat. Induk tempat berkumpulnya elemen-elemen (dan melahirkan anak-anaknya) sering disebut “umm”, sesuatu yang menjadi tempat merujuk sering disebut “imam”, perhimpunan yang mewadahi banyak orang sering disebut “ummat”. Maka tak salah seandainya sering kita jumpai kalimat “Ibu adalah tiang Negara, seandainya para wanitanya baik dan shalihah maka jayalah Negara dan ketika wanitanya jahat dan durhaka maka hancurlah Negara”.   





Ibnu Hazm pernah menyampaikan pendapatnya: “Baik dan terpuji seorang ibu selalu berada dalam rumahnya, membersihkan dan menata rumahnya, memasak dan menyediakan makanannya, namun semua itu bukanlah kewajibannya, tetapi pakaian yang sudah terjahit untuknya, makanan yang tersedia untuknya sebenarnya adalah kewajiban seorang bapak untuk memenuhinya”. Bagi aliran emansipasi wanita sekuler, hal ini merupakan senjata untuk menyerang kaum laki-laki bahwa perempuan setara dan sama dengan laki-laki, perempuan bukan ditempatkan untuk urusan domestik semata.

 

 

 

 

Padahal seandainya kita mencermati apa yang ingin disampaikan Ibnu Hazm, sebenarnya jauh dari hanya sekedar tuntutan penyetaraan tersebut, tetapi yang beliau maksudkan adalah bahwa ada kewajiban yang lebih penting bagi seorang ibu dari hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, yakni mendidik dan menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini tidak menuntut seorang ibu harus selalu berada di dalam rumahnya, tidak juga harus di luar rumah dalam posisi wanita karier yang cemerlang. Dalam posisi dan keadaan apapun, baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier, seorang ibu tetap bisa menjadi tauladan dan berkewajiban mendidik anak-anaknya. Dengan ketauladanan, komunikasi, menyelami dunianya, banyak sekali anak yang bisa menyadari dan mengagumi bahwa ibunya adalah sosok yang mulia, yang luar biasa. Bukankah hal itu lebih penting dibandingkan hanya sekedar tuntutan penyetaraan gender yang didengungkan aliran feminisme barat.

 

 

 

 

Seorang laki-laki (seorang bapak) bukanlah lawan, tapi mereka adalah kawan, untuk bersama-sama mendidik, menjadi tauladan, melayani dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.    





Demikianlah sedikit makna akar kata antara umm (ibu) dengan ummah (umat), setidaknya seorang ibu adalah sosok yang berpengaruh penting dalam mencetak generasi, para pemimpin umat, yang akan menjadikan kesejahteraan umat   





Seorang anak yang shalih, sebagai timbalbalik tidak lain hendaknya bersikap sesuai QS Al Isra 24-25:    Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu dan bapak) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.



Ida Nurlaeli, S. Ag., M. Ag

Dosen Fakultas Agama Islam UMP

Welcome to UMP

Selamat Datang di Situs Universitas Muhammadiyah Purwokerto



Journal

Pengunjung

2058427
Your IP: 54.89.29.27
Server Time: 2015-03-03 12:40:30