Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Berita Terbaru

Bulan Suci, UMP Tingkatkan Kes...

Bulan Suci, UMP Tingkatkan Kes...

Ramadhan penuh berkah. Semangat inilah yang terus dinyalakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tidak hanya sebatas mengisi bulan ramadhan dnegan kegiatan tetapi juga dengan berbagi...

Hits:62Read More

IKA UMP Silaturahmi ke Panti A...

IKA UMP Silaturahmi ke Panti A...

Meski Bulan Ramadhan sudah hampir meninggalkan umat muslim di tahun ini, namun Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (IKA UMP) tetap semangat untuk berbagi kebersamaan....

Hits:62Read More

Masjid UMP Helat Lomba TPQ

Masjid UMP Helat Lomba TPQ

Pekan lalu, Panitia Amaliah Ramadhan 1435 H Masjid K. H Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali mengadakan Lomba Prestasi Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ). Kegiatan...

Hits:96Read More

Anak TK UMP Bagi Sembako

Anak TK UMP Bagi Sembako

Siswa Taman Kanak- Kanak Universitas Muhammadiyah Purwokerto (TK UMP) Kecamatan Kembaran, Sabtu (19/7) pagi ini melakukan Bakti Sosial kepada warga yang ada disekitar Dukuh Waluh....

Hits:78Read More

PAR UMP Adakan Pengobatan Grat...

PAR UMP Adakan Pengobatan Grat...

Ramadhan adalah sebuah kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Kesempatan yang apabila kita memaksimalkannya, akan menolong...

Hits:125Read More

680 Mahasiswa UMP Berangkat KK...

680 Mahasiswa UMP Berangkat KK...

Dalam rangka pengabdian pada masyarakat serta demi melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ke 3, Sebanyak 680 mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga...

Hits:169Read More

Umm, Imaam dan Ummat

Seorang ibu bertanya kepada anaknya “Nak, cita-citamu kelak ingin jadi apa?”, jawab si anak “Aku ingin jadi seperti ibu saja”. Perbincangan seperti itu hampir terjadi pada sebagian besar keluarga, dan menggambarkan bahwa sebuah keluarga adalah tempat dibangun segala asa, harapan dan rencana demi cerahnya masa depan. Kadang ada pula anak yang menjawab “Aku ingin jadi seperti bapak saja”, yang jelas jawaban si anak kecil adalah jawaban sederhana yang disampaikan dengan jujur, tidak karena pamrih, tapi karena selama ini yang menjadi idolanya adalah bapak dan ibunya. Lantas muncul pertanyaan dibenak kita, sampai kapan kita akan menjadi orang yang diidolakan oleh mereka?

 

 

 

 

Dalam bahasa Arab kata “umm” (ibu) seakar dengan kata “imam” (pemimpin) dan seakar pula dengan kata “ummah” (umat), meskipun berbeda makna, namun mempunyai kaitan yang sangat erat, yakni terletak pada bahwa seorang ibu harus mendedikasikan hidupnya untuk ummat, ibu mempunyai posisi penting dalam mencetak para pemimpin dan peradaban umat, ibu harus berfungsi sebagai pendidik pertama para pemimpin ummat. Induk tempat berkumpulnya elemen-elemen (dan melahirkan anak-anaknya) sering disebut “umm”, sesuatu yang menjadi tempat merujuk sering disebut “imam”, perhimpunan yang mewadahi banyak orang sering disebut “ummat”. Maka tak salah seandainya sering kita jumpai kalimat “Ibu adalah tiang Negara, seandainya para wanitanya baik dan shalihah maka jayalah Negara dan ketika wanitanya jahat dan durhaka maka hancurlah Negara”.   





Ibnu Hazm pernah menyampaikan pendapatnya: “Baik dan terpuji seorang ibu selalu berada dalam rumahnya, membersihkan dan menata rumahnya, memasak dan menyediakan makanannya, namun semua itu bukanlah kewajibannya, tetapi pakaian yang sudah terjahit untuknya, makanan yang tersedia untuknya sebenarnya adalah kewajiban seorang bapak untuk memenuhinya”. Bagi aliran emansipasi wanita sekuler, hal ini merupakan senjata untuk menyerang kaum laki-laki bahwa perempuan setara dan sama dengan laki-laki, perempuan bukan ditempatkan untuk urusan domestik semata.

 

 

 

 

Padahal seandainya kita mencermati apa yang ingin disampaikan Ibnu Hazm, sebenarnya jauh dari hanya sekedar tuntutan penyetaraan tersebut, tetapi yang beliau maksudkan adalah bahwa ada kewajiban yang lebih penting bagi seorang ibu dari hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, yakni mendidik dan menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini tidak menuntut seorang ibu harus selalu berada di dalam rumahnya, tidak juga harus di luar rumah dalam posisi wanita karier yang cemerlang. Dalam posisi dan keadaan apapun, baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier, seorang ibu tetap bisa menjadi tauladan dan berkewajiban mendidik anak-anaknya. Dengan ketauladanan, komunikasi, menyelami dunianya, banyak sekali anak yang bisa menyadari dan mengagumi bahwa ibunya adalah sosok yang mulia, yang luar biasa. Bukankah hal itu lebih penting dibandingkan hanya sekedar tuntutan penyetaraan gender yang didengungkan aliran feminisme barat.

 

 

 

 

Seorang laki-laki (seorang bapak) bukanlah lawan, tapi mereka adalah kawan, untuk bersama-sama mendidik, menjadi tauladan, melayani dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.    





Demikianlah sedikit makna akar kata antara umm (ibu) dengan ummah (umat), setidaknya seorang ibu adalah sosok yang berpengaruh penting dalam mencetak generasi, para pemimpin umat, yang akan menjadikan kesejahteraan umat   





Seorang anak yang shalih, sebagai timbalbalik tidak lain hendaknya bersikap sesuai QS Al Isra 24-25:    Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu dan bapak) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.



Ida Nurlaeli, S. Ag., M. Ag

Dosen Fakultas Agama Islam UMP

Pengunjung

1189607
Your IP: 54.197.215.146
Server Time: 2014-07-28 12:20:27