Berita

Dosen UMP Kembangkan Metode Pengobatan Kanker!


Kindly
dan humble. Itu lah kiranya kata yang cocok menggambarkan sosok Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil. Bahkan, keramah tamahannya sangat mudah dikenali, Asmi (akrab disapanya) tidak jarang memberikan senyum. Dosen fakultas Farmasi ini bukan orang lama di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Setelah sebelumnya sempat mengajar di Universitas Sriwijaya, Palembang, ia memilih ikut suami, pindah ke Purwokerto dan bergabung di UMP tahun 2004. Kehidupan akademisnya cemerlang, ia tekun menulis jurnal, melakukan penelitian dan meraih jenjang pendidikan lebih tinggi.  





 

Kanker, telah menyita perhatian Asmi. Alumni S1 Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) ini berhasil merampungkan disertasinya yang berjudul “Sintesis, Karakterisasi dan Uji Aktivitas in Vitro Turunan 1- Hidroksietil Porfirin dan Klorin sebagai Fotosensitizer untuk Terapi Kanker secara Fotodinamik”  Bukan main, keseriusannya menekuni upaya penyembuhan kanker tidak diragukan lagi. Asmi menyimpan perhatian khusus mengenai efek samping pengobatan kanker. Asmi memahami, fenomena pengobatan kanker yang selama ini telah dilakukan seringkali terkendala dengan masalah efek samping yang tidak kalah seriusnya. Oleh sebab itu, metode yang sedang dikembangkan ini sangat prospektif untuk mengatasi masalah tersebut.

 

 

 

 

Asmi meyakini, terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy, disingkat PDT) memiliki keunggulan dibanding metode lain, “Keunggulan PDT, senyawa obat yang diberikan (Fotosensitizer) merupakan senyawa turunan bahan alam yang relatif aman dan karakteristik terlokaliksasi di sel kanker, menyebabkan pengobatan ini memiliki efek samping minimal, kata ibu 3 anak yang juga pernah ikut program magang perguruan tinggi luar negeri (sandwich-like), Netherlands, 2008. Masih menurutnya, karena efek terapi yang dihasilkan hanya timbul ketika fotosensitizer yang terlokalisasi di sel kanker tersebut disinari oleh sinar dengan panjang gelombang yang sesuai, maka, “Spesi aktif yang dihasilkan (singlet oksigen) dikenal sebagai spesi yang mampu membunuh sel kanker secara efektif,“  jelasnya. Jadi, metode ini lebih selektif dan relatif aman dapat mematikan sel kanker tanpa merusak sel normal.

 

 

 

 

Namun Asmi tidak ingin puas begitu saja, ia memiliki mimpi dapat mengembangkan metode PDT di Indonesia, mengenalkan ke masyarakat. “PDT bukan metode biasa, lebih canggih karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu,“ tuturnya. Ia pun merangkai mimpinya dengan baik, sejumlah seminar internasional, dalam dan luar negeri ia ikuti untuk mempresentasikan penelitiannya, terakhir, di Jeju, Korea Selatan setelah sebelumnya di Chiang Mai, Thailand. Bahkan, ia akan semakin aktif menulis jurnal internasional dan berharap gelar guru besar dapat disandangnya. (Pra/Hum)

Pengunjung

1317200
Your IP: 54.166.84.53
Server Time: 2014-09-02 11:30:56